Perawatan Kulit Kering dengan Toner Berbahan Oat (habis)

Saat menggunakan face toner ini, Emak pakai bantuan kapas ya. Aku tuang 2-3 tetes face toner di atas kapas. Terus, aku tepuk-tepuk di wajah hingga leher.

Pemakaian toner sebaiknya ditepuk-tepukkan ke wajah dengan kapas, ya.

Oiya, dalam pemakaian toner disarankan untuk ditepuk dan ditekan-tekan ke kulit. Supaya dapat mengangkat kotoran yang ada di pori-pori kulit.

Sebelum aku pake di wajah, aku cium dulu aromanya. Hmmm, maniiis kaya minuman oat gitu deh. Duh, pengen aku minum. Face toner ini kalo kita kocok botolnya, cairan toner-nya akan sedikit berbusa di bagian atas. Sama kaya kita mengocok air minum di dalam botol, pasti akan ada busanya juga kan.

Well, pas uda aku aplikasikan toner di wajah rasanya… nyeeesss! Suegeeer. Ada sensasi rasa dingin-dingin seger gitu. Wajahku terasa lembab dan terasa ada sedikit rasa dinginnya.

Oiya, fyi (for your information) kulit wajah Emak termasuk jenis kombinasi ya. Berminyak di area T (dahi dan hidung), tapi kering di sekitaran pipi. Untuk kulit yang seperti ini, pemakaian toner varian ini membantu banget perawatan kulit kering aku.

Rasa lembab setelah pemakaian toner ini bisa bertahan selama 4-6 jam di kulitku. Aku rasa toner ini sekaligus bisa jadi pelembab. Waktu aku aplikasikan produk pelembab dari varian yang sama (Love Nature Oat by Oriflame), rasanya malah kaya berminyak banget. I dunno, mungkin karena kulit aku jenis kombinasi ya.

Tapi, syukur Alhamdulillah selama pemakaian produk ini kulit Emak tidak mengalami merah-merah, gatal, atau perih. Jadi, aku rasa produk ini memang benar-benar aman untuk kulit kita.

Kesimpulan

Ekspresi setelah pakai toner oat

Baiklah, setelah mencoba Love Nature Oat Face Toner by Oriflame, Emak punya beberapa kesimpulan:

  1. Face toner ini direkomendasikan untuk kulit yang kering banget. Cocok sama tagline yang ada di kemasannya, nourishing dry skin. Terbukti ya, untuk kulitku yang kombinasi ini dia sudah sangat melembabkan. Bahkan rasanya uda nggak perlu pakai pelembab lagi. Saking lembabnya.
  2. Untuk pemakaian sehari-hari di rumah, aku pakai toner ini aja. Kalo mau keluar baru deh aku tambahin BB cream atau bedak yang ada SPF nya. Karena toner ini nggak ada keterangan SPF ya, Say.
  3. Tingkat kepuasan Emak terhadap produk ini 4 dari skala 5. Yess, karena kulit aku nggak ngalamin gatal-gatal, perih, atau kemerahan. Artinya, kulitku bisa menerima produk ini tanpa ada tanda-tanda protes. Hehe.
  4. Dari segi harga cukup fair lah ya dengan hasil yang diberikan. Tapi itu kalo lagi promo. Kalau nggak promo aku lupa sih harga pastinya berapa. Kalo aku mending beli pas promo aja.
  5. Kemungkinan beli lagi? Probably. Mungkin akan beli lagi (tapi entah kapan). Soalnya, produk ini nggak habis-habis dipakenya. Hahaha.
    Well, itu tadi sharing pengalaman Emak Millenial nyobain produk Love Nature Face Toner Oat dari Oriflame.

Kamu tertarik nyobain produk ini?

Perawatan Kulit Kering dengan Toner Berbahan Oat

Pemakaian toner setelah mencuci wajah ternyata memiliki manfaat yang signifikan bagi kesehatan kulit kita lho. Menurut dr. Joel Schlessinger (seorang dermatologist seperti dikutip oleh Wolipop Lifestyle), toner berguna untuk membersihkan sisa kotoran dan minyak yang ada di wajah.

Oriflame Love Nature Face Toner – Oat

Selain itu, toner berfungsi untuk menenangkan dan memperbaiki kulit, serta mengurangi timbulnya bintik hitam. Toner juga meminimalisir kemerahan dan peradangan.
Pemakaian toner bertujuan untuk mempersiapkan kulit sebelum memakai serum dan perawatan anti-aging.

Tujuannya, agar bahan-bahan tersebut bisa terserap maksimal ke dalam kulit.
Saat ini, toner telah diciptakan dengan beragam formula untuk tipe kulit yang berbeda-beda. Khusus dalam review ini, Emak Millenial akan mengulas Love Nature Oat face toner for Nourishing Dry Skin by Oriflame.

Apa saja kelebihan dari face toner ini? Bagaimana pengalaman Emak Millenial saat mencoba produk ini? What do I feel after using this product?

Kemasan


Face toner Love Nature Oat hadir dalam kemasan botol plastik bening berukuran 150 ml (netto). Tinggi botolnya kurang lebih 13 cm dengan diameter 4 cm. Produk ini dilengkapi dengan tutup ulir berwarna putih.

Desain botol yang cukup sederhana ini ditempeli etiket berbahan stiker transparan. Rangkaian tulisan berisi informasi merk, varian produk, dan berat bersih (volume) tertera di atas stiker bagian depan. Juga gambar sekumpulan batang oat dengan bulir-bulir yang menempel pada tangkainya. Perpaduan warna oranye dan kuning tua menjadi latar belakang gambar.

Komposisi Bahan

Komposisi bahan yang tertera di kemasan toner

Di bagian belakang botol, kita bisa membaca informasi tentang cara penggunaan produk, komposisi bahan, tempat diproduksi, serta perusahaan yang mengimpor produk ini ke Indonesia. Saat membaca sekilas, saya lihat ada berderet-deret cara menggunakan produk ini.

Setelah saya amati, ternyata deretan itu adalah cara penggunaan dalam berbagai bahasa. Saya hitung ada 14 bahasa yang digunakan untuk menjelaskan how to applicate this product. Salah satunya adalah bahasa Indonesia.

Dalam bahasa Indonesia, cara penggunaan produk ini tertulis, “Penyegar wajah. Hindari area sekitar mata”. Errh,.. kok cuma gitu ya keterangannya. Hehehe.

Untuk komposisi bahan, saya rasa yang utama dalam produk ini adalah oat (avena sativa kernel extract). Seperti tertera dalam etiket di bagian depan.

Komposisinya ditulis dalam bahasa Inggris kok, jadi memudahkan kita untuk mengecek apa saja kandungan bahan di dalam face toner ini.

Keunggulan Produk

Berbicara tentang keunggulan produk, ada 2 kelebihan yang dimiliki face toner ini. Pertama adalah bahan utamanya yang terbuat dari oat.

Oriflame mengklaim bahwa produk-produk yang mereka gunakan berasal dari bahan-bahan alami terbaik yang ada di alam. Keterangannya nggak ada di kemasan produk toner ini sih. Tapi, bisa kita baca di katalog Oriflame.

Kedua, produk ini diklaim ramah lingkungan. Bahkan, residunya pun tidak akan mencemari lingkungan. Again,keterangan ini tidak ada di kemasannya. Tapi aku baca di katalog Oriflame. Jadi, dengan menggunakan produk ini kita sekaligus menunjukkan langkah nyata dalam mencintai dan menyelamatkan lingkungan.

Kelebihan lain produk Oriflame adalah logo EAC yang tertera di kemasan. EAC (EuroASian Certificate) itu semacam BPOM tingkat Eropa dan Asia gitu deh. Dengan mencantumkan logo EAC berarti produk ini sudah lulus standar keamanan tingkat Eropa dan Asia.

Sasaran Pengguna

Berbahagialah para wanita berkulit kering, karena Face Toner Oat ini diperuntukkan bagi pemiliki kulit kering. Udah keliatan ya di kemasan produknya tadi. Bahwa produk ini akan nourishing dry skin.

Untuk usia berapa? Ehm, sayangnya nggak ada keterangan tentang itu. Jadi, Emak nggak bisa merekomendasikan produk ini untuk usia berapa.

Keterangan yang ada sih, hanya untuk kulit kering. Kalo kita pake common sense sih, anggap aja bisa dipake mulai remaja gitu deh sampai dewasa. Mau dewasa muda atau dewasa agak lanjut kayanya sih oke-oke aja.

Beli di Mana?


Face toner ini diproduksi oleh Oriflame Product Polandia. Lalu diimpor oleh PT. Oriflame Cosmetics Indonesia.
Produk ini dijual secara eksklusif oleh PT. Orindo Alam Ayu melalui sistem direct selling.

Kalo kita mau beli produk ini, kita bisa menghubungi para distributor resmi PT. Orindo Alam Ayu. Oalah, produk ini dijual dengan sistem MLM to? Iyo, Jeng. Kamu bisa beli lewat temen-temenmu yang jadi member Oriflame. Gitu deh…

Berapa harganya? Waktu aku beli dulu pas ada promo. Harganya 59 ribu rupiah. Kalo sekarang nggak tau juga sih, harganya jadi berapa. Kan kalo produk promo gitu harganya fluktuatif ya. You’d better call your Oriflamers best friend to check out the recent price.

Ekspektasi

Dilihat dari keterangan yang tertera di kemasannya, face toner ini tampaknya cukup meyakinkan. Baik dari segi keamanan maupun kualitas produknya. Bahannya berasal dari oat alami yang aman buat kulit.

Apalagi, produk ini sudah dapat lisensi BPOM dan EAC. Kulit indah Ibu Jari akan semakin berkilau sehat. Nggak kaya produk abal-abal yang bikin kulit jadi merana gitu. Hiii..

Bayanganku sih, face toner ini begitu dioles rasanya bakalan adem nyess gitu di kulit. Habis gitu kulit kita bakalan terasa lembab dan kenyal. Benarkah demikian?

Mari kita buktikan!

Rumah Makan Favorit Keluargaku di Blitar Raya

Berkunjung ke suatu kota belumlah afdol rasanya jika belum mencicipi kuliner khas kota tersebut. Dengan berwisata kuliner, kita bisa menyelami budaya dan masyarakat setempat. Menikmati kuliner khas suatu tempat juga bisa menjadi sarana untuk mengenal cita rasa lidah penduduk lokalnya.

Emak kali ini mau ngajak jalan-jalan dan wisata kuliner di Blitar Raya. Kota yang terkenal sebagai kota Proklamator ini ternyata juga menyimpan cita rasa kuliner yang endeus, loh. Simak nih, 4 tempat makan favorit Emak Millenial yang ada di kawasan Blitar Raya. Kok Blitar Raya?

Tempat makan yang mau kita bahas di sini tersebar di kawasan kota dan kabupaten Blitar. Asyik kan? Siap-siap baper (bawaannya laper) berkepanjangan, ya.

Lanjutkan membaca “Rumah Makan Favorit Keluargaku di Blitar Raya”

Rumah Makan Favorit Keluargaku di Blitar Raya (habis)

Menu makanan favorit bikin acara kumpul keluarga makin asik.
  1. Warung Soto Ayam Pangru
    Sekarang kita bergeser sedikit ke barat, masih di wilayah kabupaten Blitar. Teman-teman yang lagi cari makan malam, bisa mampir ke Soto Ayam Pangru. Jangan khawatir, warung soto ini bukanya mulai jam 5 sore sampai jam 11 malam.
Lanjutkan membaca “Rumah Makan Favorit Keluargaku di Blitar Raya (habis)”

5 Fakta Menarik tentang Diriku, si Emak Millenial

5 Fakta Menarik tentang Diriku, si Emak Millenial-Setiap manusia diciptakan istimewa. Tidak ada manusia yang sama plek dengan manusia lainnya. Meskipun dia saudara kembar. Sama seperti sidik jari kita. Atau susunan gigi di dalam mulut. Selalu berbeda. Demikian juga dengan diriku, si Emak Millenial. Aku berbeda dan istimewa. Mau tahu apa saja keistimewaanku?

5 Alasan Bikin Blog


Awal tahun ini, gue memutuskan untuk kembali terjun ke dunia blog. Padahal beberapa kali gue mundur alon-alon dari dunia maya. Tapi, namanya hati emang nggak bisa dibohongi, ya.


Gue kangen nge-blog. Rasanya ada sesuatu yang hilang saat gue brenti nulis di blog. Dalam hati gue bertanya, apa sih yang bikin gue pengen nge-blog lagi?

Lanjutkan membaca “5 Alasan Bikin Blog”

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai